INHIL — PT TH Indo Plantation (THIP) melaksanakan kegiatan Pelatihan Early Warning System (EWS) – Hotspot Monitoring serta Pencegahan, Penanggulangan, dan Pelaporan Kebakaran Lahan pada Selasa–Rabu, 19–20 Mei 2026, bertempat di Region Office (RO) KPP, Ds. Tanjung Simpang, Kec. Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
Pelatihan dibuka oleh pimpinan PT THIP yang diwakili oleh Nor Azman selaku Regional Head THIP1 dan Bapak Satria Hutahaean selaku HCO Manager. Dalam pembukaan tersebut, perusahaan menegaskan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan seluruh tim dalam menghadapi potensi kebakaran lahan dan kebun, khususnya melalui pemanfaatan teknologi deteksi dini dan penguatan kompetensi petugas tanggap darurat.
Nor Azman selaku Regional Head THIP1 Menyampaikan Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan tanggap darurat terhadap potensi kebakaran lahan dan kebun, khususnya di wilayah operasional perkebunan PT THIP.
“Pelatihan ini juga menjadi bentuk komitmen PT THIP dalam memenuhi kewajiban perusahaan perkebunan untuk mencegah, menanggulangi, dan melaporkan kejadian kebakaran lahan sesuai ketentuan regulasi yang berlaku, termasuk pemenuhan terhadap Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2026” tegas Nor Azman.
Dalam kegiatan tersebut, PT THIP memperkenalkan dan memperkuat penggunaan sistem deteksi dini berbasis satelit yang disebut Early Warning System (EWS) – Hotspot Monitoring. Sistem ini dibangun untuk memantau titik panas atau hotspot secara cepat dan akurat, sehingga perusahaan dapat segera melakukan verifikasi lapangan, patroli, koordinasi, serta tindakan penanganan sebelum potensi kebakaran berkembang lebih luas.
“Pelatihan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perusahaan dalam memahami prosedur pencegahan, penanggulangan, dan pelaporan kebakaran lahan. Dengan meningkatnya kemampuan tim, perusahaan berharap setiap potensi risiko dapat ditangani secara lebih cepat, tepat, dan sesuai prosedur”.
Tambahnya, PT TH Indo Plantation menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan praktik perkebunan yang berkelanjutan, serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan dan kebun. Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat sistem pemantauan, kesiapsiagaan tim, serta koordinasi dengan para pihak terkait guna mendukung pengelolaan perkebunan yang aman, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan.
reporter




