
GAUNG, INDRAGIRI HILIR | Riaugemilang.com – Kecelakaan transportasi air terjadi di perairan seberang Desa Terusan Kempas, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Sabtu (24/10/2026).
Sebuah speedboat kayu bermesin 50 PK yang membawa 11 orang, termasuk kapten, menabrak pohon nipah di pinggir alur sungai. Peristiwa tersebut mengakibatkan kapten speedboat meninggal dunia dan sejumlah penumpang mengalami luka-luka.
Kapten speedboat bernama Wahyudi (36) meninggal dunia setelah kapal yang dikemudikannya mengalami kerusakan dan karam sebagian. Para korban selanjutnya dievakuasi oleh warga dan mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kuala Lahang.

Berdasarkan kronologi kejadian, rombongan berangkat sekitar pukul 10.00 WIB dari kawasan Sungai Jepun Kuala, Kelurahan Sungai Perak, Kecamatan Tembilahan, menuju Desa Gembira, Kecamatan Gaung. Rombongan tersebut hendak menghadiri acara pernikahan keluarga dengan menggunakan speedboat kayu bermerek SR bermesin 50 PK.
Sekitar pukul 11.00 WIB, saat melintas di perairan Desa Terusan Kempas, hujan lebat disertai kabut asap menyebabkan jarak pandang kapten terbatas. Dalam kondisi tersebut, speedboat menabrak pohon nipah yang berada di pinggir alur sungai.
Benturan mengakibatkan bagian haluan depan speedboat pecah hingga kapal mengalami kerusakan dan karam sebagian di tepi sungai. Sejumlah penumpang saling tertimpa akibat benturan tersebut.
Sementara itu, Wahyudi terjatuh ke bagian belakang mesin hingga bajunya terlilit kipas mesin speedboat. Mesin kapal kemudian mati seketika.
Dua penumpang, Irni dan Sumiati, berupaya menolong Wahyudi agar kembali naik ke atas speedboat. Setelah itu, para korban berteriak meminta pertolongan.

Warga yang berada di pelabuhan Desa Terusan Kempas segera bergerak menuju lokasi setelah mendengar teriakan para korban. Saat tiba, warga mendapati speedboat dalam kondisi rusak dan sebagian telah tenggelam.
Warga kemudian mengevakuasi para korban ke Pelabuhan Desa Terusan Kempas. Mengingat kondisi korban yang membutuhkan pertolongan medis, proses evakuasi dilanjutkan menuju Puskesmas Kuala Lahang.
Dalam proses penanganan selanjutnya, pemuda Kuala Lahang turut membantu membawa korban dari pelabuhan hingga ke Puskesmas Kuala Lahang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Jajaran Polsek Gaung bersama personel Polairud juga terlibat dalam penanganan kejadian tersebut. Kapolsek Gaung membenarkan adanya peristiwa kecelakaan speedboat itu. Keterlibatan aparat kepolisian berlangsung dalam penanganan korban di Puskesmas Kuala Lahang hingga proses keberangkatan di Pelabuhan Kuala Lahang.
Bantuan warga Terusan Kempas, pemuda Kuala Lahang, serta aparat yang terlibat menjadi bagian penting dalam upaya penanganan para korban setelah kecelakaan terjadi.

Akibat kecelakaan tersebut, Wahyudi mengalami tiga luka robek yang diduga berkaitan dengan kipas mesin speedboat yang dikemudikannya. Korban dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, Maimunah alias Munah mengalami luka robek di bagian belakang kepala dan mendapatkan 21 jahitan. Sri Wahyuna alias Yuna mengalami luka di bagian belakang tubuh, mendapatkan 11 jahitan, dan dirujuk ke rumah sakit di Tembilahan.
Umai Ratu Zahrana alias Ratu mengalami memar di bagian punggung belakang. Sumiati mengalami pembengkakan akibat benturan di bagian depan kepala, sedangkan Muhammad Bilfaqih Kholis alias Faqih mengalami memar di bawah mata sebelah kiri.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mengutamakan keselamatan transportasi air, terutama ketika menghadapi hujan lebat dan kondisi jarak pandang terbatas. Pengguna transportasi air diharapkan memperhatikan kondisi cuaca serta faktor keselamatan sebelum dan selama perjalanan.
(Heriansyah)




