Sejumlah murid belajar di lantai di SD Negeri 5 Langkahan di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Sabtu (11/4/2026) terlihat belajar di lantai. Tidak ada kursi dan meja belajar di enam ruang kelas sekolah itu. Seluruh kursi dan meja hancur saat banjir pada 26 November 2025 lalu. Mereka belajar sambil duduk, sebagian bahkan sambil telungkup di lantai sekolah, kondisi ini terjadi tiga bulan terakhir.
Keuchik (Kepala Desa) terpilih Desa Rumoh Rayeuk, Akthaillah menyebutkan kondisi terjadi sejak sekolah diaktifkan kembali pada Januari 2026 lalu.
Pelajar di Aceh Utara Bertaruh Nyawa demi Sekolah, Sampai Kapan? Sebelumnya, saat banjir November 2025 sekolah itu diliburkan karena kondisi bangunan hancur dan tidak memungkinkan menggelar kegiatan belajar mengajar di sana.
“Kita harap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) segera membantu meja dan kursi untuk seluruh sekolah yang rusak karena banjir. Agar anak-anak nyaman belajar. Kasihan anak-anak kami tidak nyaman belajar,” ujarnya. Bukan hanya meja dan kursi, bangunan lainnya plafon, pintu dan jendela sebagian besar juga hancur saat banjir lalu dan hingga kini belum diperbaiki.
4.655 Unit Huntara Belum Terpasang Listrik di Aceh Utara, Arus di Daerah Bencana Masih Lemah “Semoga bisa segera diperbaiki oleh kementerian,” harapnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Irhamni membenarkan kondisi itu
Mayoritas sekolah yang rusak pascabanjir masih belajar di lantai,” katanya. Dia menyebutkan, seluruh data telah dikirimkan ke Kemendikdasmen. Untuk perbaikan sekolah, sambung Irhamni, pihaknya telah mendengar akan ada program revitalisasi sekolah khusus menyebutkan, informasi bencana Sumatera. Pembersihan Lumpur di Sawah Aceh Utara Mulai Dikerjakan, Tahap Pertama Hanya 1.093 Hektare Namun, belum diketahui kapan dimulai revitalisasi sekolah itu.
“Tidak serta merta langsung diperbaiki seluruh sekolah. Karena butuh waktu. Biasanya dilaksanakan dulu rehabilitasi gedung baru dilanjutkan dengan pengadaan meja dan kursi. Kita sangat berharap agar semua sekolah segera menandatangani perjanjian kerjasama program revitalisasi antara sekolah dan Kemendikdasmen sehingga akan cepat terselesaikan permasalahan meja dan kursi tersebut. Semoga bisa segera dilakukan oleh Kemendikdasmen,” katanya. Sebagai informasi, sekolah yang rusak karena banjir di Aceh Utara sebanyak 383 sekolah dengan rincian sebanyak 271 rusak berat, 97 rusak sedang dan 15 rusak ringan.
sumber:Kompas .Com




