
INDRAGIRI HILIR | Riaugemilang.com – Kapolsek Batang Tuaka, , meresmikan dua unit Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II yang berada di wilayah Kecamatan , Kabupaten , Selasa (7/7/2026).
Dua jembatan tersebut masing-masing berada di Parit Panglima, Dusun Panglima, Desa Kuala Sebatu dan Parit 3, Dusun Pangkalan Baru, Desa Tasik Raya. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi masyarakat serta memperlancar aktivitas ekonomi warga di wilayah pesisir.

Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Desa Kuala Sebatu memiliki panjang 168 meter dengan lebar dua meter, sedangkan jembatan yang berada di Desa Tasik Raya memiliki panjang 37 meter dengan lebar 2,5 meter.
Kegiatan peresmian dihadiri oleh unsur Forkopimcam Batang Tuaka, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tenaga pendidik, mahasiswa KKN, pelajar, serta masyarakat dari kedua desa penerima manfaat.

Dalam kegiatan di Desa Tasik Raya, Kapolsek Batang Tuaka diwakili oleh Kanit Samapta Polsek Batang Tuaka, IPDA Herimon. Turut hadir Kasi Kesos Kecamatan Batang Tuaka Endri Yusrizal, S.Kep mewakili Camat Batang Tuaka, Babinsa Desa Tasik Raya KOPTU Sihabudin mewakili Danramil 012 Batang Tuaka, Kepala Desa Tasik Raya Lukman, Kepala Desa Sungai Luar Baharuddin, S.Pd.I, Kepala SDN 007 Tasik Raya Halimah, S.Pd, Pendamping P3MD Kecamatan Batang Tuaka Surniati, personel Polsek Batang Tuaka, serta masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat. Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari para tokoh dan pemerintah setempat, pemasangan prasasti, pemotongan pita, foto bersama, hingga penyampaian testimoni dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat pembangunan jembatan tersebut.
Dalam sambutannya, IPTU Andrianto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk nyata pengabdian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu membuka akses bagi daerah yang masih mengalami keterbatasan sarana transportasi.
”Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga simbol kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri dan masyarakat yang memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar akses anak-anak menuju sekolah, mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.
Peresmian ditandai dengan pemasangan prasasti dan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya pemanfaatan jembatan oleh masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh tamu undangan dan warga yang hadir.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
(Heri)




