riaugemilang.com,TEMBILAHAN – Kabupaten/Kota Sehat (KKS) merupakan program kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat yang bertujuan mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni.
Dalam upaya memenuhi tujuan tersebut, Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Katerina Susanti, meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan untuk mewujudkan program nasional tersebut melalui sosialisasi yang berlangsung di Aula Kantor Desa Sungai Gantang, Kecamatan Kempas, Senin (3/8).

Turut hadir dalam Sosialisasi Peran Forum KKS tersebut Ketua Tim Pembina KKS yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan, Camat Kempas yang diwakili Sekretaris Kecamatan, para Kepala Desa, Lurah, Ketua TP PKK se-Kecamatan Kempas, serta masyarakat.
Dalam arahannya, Ketua Forum KKS Inhil, Katerina Susanti, menyampaikan bahwa dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat yang berlangsung setiap dua tahun sekali terdapat sembilan tatanan yang harus dipenuhi.
“Mengingat kondisi wilayah Inhil yang sangat luas dengan tantangan geografis seperti banyaknya sungai pemisah antar daerah, maka kita perlu memperkuat komunikasi dan koordinasi hingga Kabupaten Inhil berhasil meraih predikat Kabupaten/Kota Sehat,” ungkap Katerina Susanti.

Namun, Katerina menambahkan, predikat Kabupaten/Kota Sehat tidak hanya dinilai dari dokumen administrasi, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Dan perubahan ini dimulai dari lingkup terkecil, jadi saya harapkan setelah ini semua pihak dapat ambil peran dalam mewujudkan sembilan tatanan dimaksud,” harapnya.
Adapun sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat meliputi:
- Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri, dengan fokus pada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta kemandirian kesehatan warga.
- Permukiman dan Fasilitas Umum, melalui penataan perumahan, penyediaan air bersih, dan fasilitas umum yang layak serta sehat.
- Satuan Pendidikan, dengan penerapan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat bagi peserta didik.
- Pasar, melalui pengelolaan pasar tradisional maupun modern yang higienis, aman, dan bersih.
- Perkantoran dan Perindustrian, dengan penerapan kawasan kerja dan industri yang ramah kesehatan serta keselamatan kerja (K3).
- Pariwisata, melalui pengelolaan tempat wisata yang aman, bersih, dan berwawasan kesehatan.
- Transportasi dan Tertib Lalu Lintas Jalan, melalui penataan sistem transportasi yang aman serta peningkatan kepatuhan terhadap tertib berlalu lintas.
- Perlindungan Sosial, berupa jaminan dan pelayanan kesejahteraan sosial bagi kelompok rentan.
- Penanggulangan Bencana, melalui kesiapsiagaan daerah dan masyarakat dalam pencegahan serta penanganan bencana.
reporter




