Pemerintah membuka pelatihan inklusi bagi guru untuk membantu memenuhi kebutuhan guru inklusi yang saat ini jumlahnya masih kurang. Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, pelatihan ini diperlukan agar dapat meningkatkan layanan pemerintah untuk anak berkebutuhan khusus.
“Benar-benar kita kekurangan guru-guru profesional yang penyelamatan dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus,” kata Mu’ti di SMPN 16 Jakarta, Senin (20/4/2026).
Program pelatihan diselenggarakan terus menerus
Mu’ti menjelaskan, nantinya program pelatihan ini akan diselenggarakan di 25 provinsi di Indonesia dan ditujukan untuk para guru pendamping tingkat mahir.Program ini, lanjut Mu’ti, juga akan diselenggarakan secara terus menerus sehingga jumlah guru inklusi di Indonesia tercukupi dengan rasio yang ditentukan pemerintah.“Secara keseluruhan program ini akan terus kami laksanakan sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat semakin terlayani di sekolah-sekolah inklusif maupun mereka yang harus belajar di sekolah-sekolah luar biasa,” ujar Mu’ti.
Targetkan sebanyak 1.500 guru mengikuti pelatihan tingkat mahir
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani menjelaskan, program pelatihan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya, dengan peserta yang berasal dari guru-guru yang telah mengikuti pelatihan tingkat dasar.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, para guru akan mendapatkan sertifikasi sebagai Guru Pendidikan Khusus (GPK). Ke depan, mereka akan bertugas di Unit Layanan Disabilitas untuk mendampingi murid berkebutuhan khusus yang jumlahnya terus meningkat,” tutur Nunuk.
Nunuk menjelaskan, pada tahun 2026 menargetkan sebanyak 1.500 guru mengikuti pelatihan tingkat mahir.Daftar melalui laman https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pensif/Sumber: https://www.kompas.com/edu/read/2026/04/22/070800971/pemerintah-adakan-pelatihan-inklusi-bagi-guru-cek-cara-daftarnya.Membership: https://kmp.im/plus6Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Hingga saat ini, capaian peserta pelatihan sudah mencapai sekitar 60 persen, dan pemerintah masih membuka kesempatan bagi guru yang berminat untuk mengikuti pelatihan pada batch kedua melalui laman https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pensif/.
“Program ini bersifat terbuka dan berbasis partisipasi. Guru yang berminat dan memenuhi persyaratan dapat mendaftar untuk mengikuti pelatihan. Setelah pelatihan selesai, peserta juga akan menjalani praktik lapangan melalui magang selama 10 hari,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan inklusi, Kemendikdasmen, kata Nunuk, telah menetapkan rasio pendampingan guna untuk tingkat kebutuhan GPK.Melalui program ini, berharap setiap sekolah mampu menghadirkan layanan pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan.
“Kami menghitung kebutuhan guru berdasarkan jumlah murid. Misalnya, jika dalam satu sekolah terdapat lebih dari 40 murid berkebutuhan khusus, maka akan didampingi oleh guru dengan rasio 1 banding 15, yaitu satu guru untuk 15 murid,” pungkas Nunuk.
Sumber: kompas.com




