Pemerintah tetap percaya diri pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,5 sampai 5,6 persen, meskipun ketidakpastian global masih membayangi. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, optimisme tersebut bukan sekadar proyeksi, melainkan hasil dari desain kebijakan yang telah disiapkan sejak awal.
“Jadi saya bukan optimis saja, tapi memang itu didesain oleh Presiden dan kami di seluruh Kabinet untuk memastikan pertumbuhan ekonominya tidak terganggu oleh ketidakpastian global,” ujar Purbaya wawancara eksklusif kepada KompasTV, Jumat (17/4/2026).
Purbaya: RI Punya Pertahanan Berlapis, Tak Bergantung Dana IMF dan Bank Dunia.
Menurut Purbaya menjelaskan, salah satu kunci utama menjaga pertumbuhan adalah memastikan belanja pemerintah tidak lagi mengganggu likuiditas di sistem keuangan.
Pada periode sebelumnya kata Purbaya, distribusi belanja negara sempat menyebabkan likuiditas mengetat, namun kini pola tersebut telah diperbaiki. Selain itu, pemerintah juga memastikan mesin ekonomi berjalan seimbang antara sektor publik dan swasta.
Baca juga: Diplomasi Purbaya di Washington: Antara Optimisme Global dan Realitas Domestik
Purbaya menambahkan, penguatan tata kelola juga menjadi faktor penting.Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah mempercepat penindakan terhadap pelanggaran untuk mencegah kebocoran dan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha.
Salah satunya melalui langkah debottlenecking dan penegakan aturan yang lebih tegas.Hal ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha sekaligus mencegah praktik korupsi.
Purbaya soal Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi RI Turun: Dia Minta Maaf…
“Setiap tindakan yang salah akan dibereskan dengan cepat, sehingga pelaku usaha dan regulator lebih hati-hati. Itu yang mendorong ekonomi berjalan lebih cepat,” katanya. Di sisi lain, program prioritas pemerintah tetap dijalankan tanpa perlambatan.
Distribusi belanja juga dibuat lebih merata sepanjang tahun agar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lebih optimal. Menurut Purbaya, kombinasi kebijakan tersebut pada akhirnya menjaga daya tahan permintaan domestik, yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pungutan Pajak Toko Online di E-Commerce Masih Tunggu Instruksi Purbaya Ia menilai, langkah-langkah ini membuat ekonomi nasional relatif lebih tahan terhadap guncangan eksternal, termasuk gejolak harga komoditas dan tekanan global.
Dengan strategi tersebut, pemerintah meyakini Indonesia tetap mampu mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara di kawasan.
Jadi dengan menjaga domestik demand yang saya sebutkan tadi itu kan sebetulnya menjaga permintaan dalam negeri ya. Harusnya kita bisa tumbuh tetap dengan cukup baik.,” ujar Purbaya.
Sumber:Kompas.Com




