KUINDRA, INDRAGIRI HILIR | Riaugemilang.com — Polsek Kuindra melaksanakan supervisi Operasi Kontijensi Aman Nusa II Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Lancang Kuning 2026 di wilayah hukum Polsek Kuindra, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 12.00 WIB tersebut dilaksanakan di areal PT Indogreen Jaya Abadi (IGJA), Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Indragiri Hilir.
Supervisi dipimpin langsung Kapolsek Kuindra AKP Edi Dalianto, bersama personel Polsek Kuindra, yakni AIPTU Deni Alfian selaku PS Kanit Provos, Bripka Benny Aprianto selaku Banit Samapta dan Bripda Bayu Rama Saputra selaku Banit Reskrim. Dari pihak perusahaan, kegiatan turut didampingi staf PT IGJA, Wahyu.
Supervisi dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana mitigasi dan sarana prasarana penanggulangan Karhutla, sekaligus mencocokkan data administrasi dengan kondisi aktual di lapangan.
Dari hasil pemeriksaan, PT IGJA memiliki sejumlah sarana mitigasi Karhutla yang telah diverifikasi dan dinyatakan dalam kondisi baik.
Sarana tersebut meliputi lima unit embung, tujuh unit sekat kanal, satu unit sumur bor serta satu unit menara pantau. Secara keseluruhan, sebanyak 14 unit sarana mitigasi yang diperiksa berada dalam kondisi baik dan dapat mendukung upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.
Selain sarana mitigasi, petugas juga melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana pendukung penanggulangan Karhutla yang tersedia di perusahaan.
Adapun sarpras tersebut terdiri dari dua unit mesin apung, dua unit mesin air Tohatsu, empat selang hisap, 50 selang buang, 20 nozzle, dua unit mesin Mini Striker, 10 senter, enam unit TOA, satu unit APAR, 14 kepyok api, enam alat pencari titik air, 30 helm dan empat unit teropong.
Dalam supervisi tersebut, data sarana mitigasi berupa embung, sekat kanal, sumur bor dan menara pantau juga telah dilakukan verifikasi dan validasi. Setiap sarana dilengkapi dengan titik koordinat sebagai dasar pencocokan antara data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.
Pengecekan kondisi fisik dan kesiapan sarana dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas yang tercatat dalam administrasi benar-benar tersedia, berada dalam kondisi baik dan dapat difungsikan apabila terjadi Karhutla.
Selain itu, Polsek Kuindra menilai data teknis sarana mitigasi perlu terus dilengkapi dan diperbarui secara berkala, antara lain mengenai kedalaman dan luas embung serta data teknis sekat kanal.
Klasifikasi wilayah berdasarkan tingkat kerawanan Karhutla, mulai dari LOW, MEDIUM hingga HIGH, juga menjadi perhatian dalam menentukan prioritas kesiapsiagaan, penempatan personel, sarana mitigasi maupun sarana prasarana penanggulangan Karhutla.
Kapolsek Kuindra AKP Edi Dalianto menekankan pentingnya kesiapan sarana dan personel sebagai bagian dari langkah pencegahan serta respons cepat terhadap potensi Karhutla.
Berdasarkan hasil supervisi, secara umum kesiapan penanggulangan Karhutla di PT IGJA telah didukung sarana mitigasi dan sarpras yang dapat menunjang kegiatan pencegahan, deteksi dini serta penanganan Karhutla.
Hasil verifikasi di lapangan juga menunjukkan bahwa sarana mitigasi yang diperiksa telah memiliki titik koordinat sehingga dapat menjadi dasar sinkronisasi antara data administrasi dengan kondisi aktual di lapangan.
Polsek Kuindra selanjutnya merekomendasikan agar verifikasi dan validasi terhadap seluruh sarana mitigasi dilakukan secara berkala, termasuk pengecekan titik koordinat, kondisi fisik, fungsi sarana serta penanggung jawab masing-masing lokasi.
Perusahaan juga didorong untuk melengkapi dan memperbarui data teknis sarana mitigasi, termasuk luas dan kedalaman embung, sumber air serta panjang atau luas sekat kanal.
Selain itu, integrasi data koordinat sarana mitigasi dengan pemetaan wilayah rawan Karhutla kategori LOW, MEDIUM dan HIGH dinilai penting untuk menentukan wilayah prioritas penanganan.
Optimalisasi personel gabungan dalam kegiatan deteksi dini, patroli, pencegahan dan respons awal juga menjadi bagian dari rekomendasi, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan HIGH.
Pengecekan secara berkala terhadap embung, sekat kanal dan menara pantau juga perlu dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber air, aksesibilitas serta kesiapan fasilitas ketika dibutuhkan dalam operasi pemadaman.
Supervisi tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Kuindra dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla, sekaligus memastikan sarana mitigasi yang tersedia di wilayah hukumnya benar-benar siap digunakan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
(Heriansyah)




