
TELUK MERBAU, INDRAGIRI HILIR | Riaugemilang.com — Masyarakat bersama Pemerintah Desa Teluk Merbau, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, bergotong royong melakukan perbaikan terhadap tanggul penahan air yang mengalami kerusakan dan jebol beberapa hari terakhir.
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, Sekretaris Desa, Ketua RT/RW, lembaga desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kebersamaan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menangani kerusakan tanggul sekaligus menjaga fasilitas yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Kepala Desa Teluk Merbau, Abdul Muis, mengapresiasi kepedulian masyarakat dan seluruh unsur desa yang turut mengambil bagian dalam proses perbaikan tersebut.
“Pemerintah desa bersama masyarakat bergotong royong melakukan perbaikan tanggul penahan air yang jebol beberapa hari yang lalu. Kami juga berterima kasih kepada Ketua RT/RW, lembaga desa, BPD dan seluruh masyarakat yang telah bersama-sama turun tangan melakukan perbaikan,” ujar Abdul Muis.
Menurut Abdul Muis, kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi hal penting dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan umum.
Ia juga menjelaskan bahwa tanggul tersebut dibangun sekitar tahun 2013 melalui dana aspirasi. Namun, dirinya tidak mengetahui secara pasti aspirasi tersebut berasal dari siapa karena pembangunan dilakukan sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Teluk Merbau.
“Bangunan tanggul tersebut dibangun sekitar tahun 2013 melalui dana aspirasi. Untuk aspirasi dari siapa, saya tidak bisa memastikan karena pembangunan itu dilakukan sebelum saya menjabat sebagai kepala desa,” jelasnya.
Abdul Muis menilai, usia bangunan yang sudah cukup lama juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan bersama. Karena itu, menurutnya, pemeliharaan dan perawatan terhadap bangunan yang sudah ada harus menjadi perhatian ke depannya.
“Bangunan ini juga sudah cukup lama, kurang lebih sejak tahun 2013. Jadi, seiring waktu tentu ada bagian-bagian yang mengalami penurunan kondisi. Ke depan, kita harus bersama-sama merawat dan menjaga setiap bangunan yang sudah ada, karena semuanya dibangun untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, tanggung jawab menjaga fasilitas yang ada bukan hanya berada di pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat.
“Pemerintah desa akan terus berupaya memperhatikan kondisi bangunan dan fasilitas yang ada di desa. Tetapi tentu akan lebih baik apabila masyarakat juga ikut menjaga dan merawatnya. Dengan kebersamaan, fasilitas yang ada bisa memiliki manfaat lebih lama bagi masyarakat,” ujar Abdul Muis.
Ia berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dalam memperbaiki tanggul tersebut dapat terus dipertahankan.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan unsur desa yang sudah ikut bergotong royong. Ini merupakan bentuk kebersamaan yang sangat baik. Semoga tanggul yang sudah diperbaiki ini dapat kembali berfungsi dengan baik dan kita bersama-sama bisa menjaganya,” tutup Abdul Muis.
(Heriansyah)




